Massimiliano Allegri Enggan Sebutkan Masa Depannya Di Juventus

Massimiliano Allegri Enggan Sebutkan Masa Depannya Di Juventus

Massimiliano Allegri yang tengah menukangi Juventus beberapa waktu yang lalu dihadapkan pada pertanyaan seputar masa depannya di Juventus setelah musim ini. Massimiliano Allegri masih belum menberikan pernyataan yang pasti tentang keputusannya tersebut di musim depan nanti. Sejauh ini hanya sebuah ungkapan merasa bahagia bermain bersama dengan Juventus dan masih ingin memberikan prestasi yang banyak untuk Juventus di musim ini.

Massimiliano Allegri mengaku ingin fokus dengan pertandingan yang masih ada di Serie A dengan menargetkan juara. Pekan ini Juventus akan menghadapi Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Massimiliano Allegri meyakini bahwa pertandingan tersebut akan berat untuk dilalui Juventus sebab Atletico Madrid merupakan tim yang sangat bagus dan butuh ketenangan dalam menghadapi mereka di lapangan nantinya.

Laga tersebut di sebut Massimiliano Allegri sebagai laga dengan level tertinggi. Kemanangan atas Atletico Madrid mungkin akan menjadi prestasi yang baik untuk Massimiliano Allegri jika karirnya harus berakhir di musim depan nanti. Berbagai isu tentang berakhirnya masa pelatihan Massimiliano Allegri di musim 2018/2019 di kaitkan dengan kehadiran Zinedine Zidane. Zinedine Zidane di kabarkan akan mengambil ahli Juventus dan kembali berduet dengan Cristiano Ronaldo di musim depan.

Hal tersebut masih seputar isu karena banyak klub yang mungkin ingin mendatangkan Zinedine Zidane namun belum ada satupun yang memberikan kepastikan akan rumor yang beredar tersebut. Zinedine Zidane sendiri enggan berkomentar banyak tentang tawaran dari berbagai klub dieropa yang menginginkan dirinya untuk bisa melatih kembali seperti yang dilakukannya di Real Madrid terakhir kali.

Louis Van Gaal Intip Cara Pelatihan Pep Guardiola

Louis Van Gaal Intip Cara Pelatihan Pep Guardiola

Pep Guardiola merupakan salah satu pelatih sukses yang berhasil membawa Manchester City meraih kemenangan di musim lalu. Di musim kali ini juga Pep Guardiola masih menjadi andalan dari Manchetser City dan masih mampu bersaing di Liga Inggris dengan perolehan poin yang sangat bersaing dengan Liverpool yang ada di peringkat pertama saat ini.

Bukan tidak mungkin jika Manchester City masih mampu mempertahankan gelar juara mereka di musim ini jika bermain dengan konsisten di sisa pertandingan yang ada. Mengingat sejarah bagaimana Pep Guardiola menjadi seorang manajer yang handal maka Van Gaal merupakan sosok yang paling dekat. Selama tiga tahun Pep Guardiola bermain sebagai kapten di bawah asuhan dari Van Gaal.

Banyak Pihak yang menilai bahwa Pep Guardiola tidak belajar apapun dari asuhan Van Gaal waktu itu namun hal yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang seharusnya. Van Gaal di nilai mendapatkan inspirasi dari Pep Guardiola yang saat itu menyukai teknik umpan pendek. Van Gaal yang menginstuksikan untuk melakukan permainan dengan umpan panjang kemudian di anulir oleh Pep Guardiola bersama rekan rekannya dengan merangkai umpan umpan pendek.

Keberhasilan Barcelona saat itu bisa di bilang merupakan hasil dari Kerja keras Pep Guardiola. Hingga pada akhirnya Van Gaal meninggalkan Barcelona dan di teruskan kepelatihannya oleh Pep Guardiola yang menerapkan umpan pendek dan akurat hingga saat ini. Gaya bermain umpan umpan pendek menjadi Khas dari Barcelona dan pada akhirnya Van Gaal belajar dari Pep Guardiola bagaimana menjalankan permainan Barcelona.

Marek Hamsik Secara Resmi Berpisah Dengan Napoli

Marek Hamsik Secara Resmi Berpisah Dengan Napoli

Marek Hamsik telah mengabdikan dirinya selama 12 tahun di San Paolo Bersama dengan Napoli sebelum akhirnya memutuskan untuk berpisah selamanya dengan Napoli. Marek Hamsik memutuskan untuk bergabung dengan Dalian Yifang di Liga Super Tiongkok dengan harga transfer sebesar 20 juta Euro. Di klub Napoli gelandang Slowakia tersebut telah mendapatkan gelar legenda dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Napoli.

Selama 12 tahun mengabdi Hamsik telah mencatatkan rekor 520 penampilan dan berhasil membuat 121 gol dan perolehan tersebut jauh melebihi prestasi yang pernah di catatkan oleh Diego Maradona. Marek Hamsik merupakan pemain yang di beli dari Brescia pada tahun 2007 dan secara bertahap permainan dan potensi diri dari Hamsik berkembang di Napoli. Banyak sekali masa indah yang telah di berikan oleh Hamsik kepada Napoli.

Banyak sekali fans dari Napoli yang menilai bahwa Hamsik merupakan simbol dari kebangkitan Napoli itu sendiri sebab Napoli kini telah beranjak menuju kejayaan di panggung sepakbola Italia dan juga Eropa. Di sepanjang karirnya bersama Napoli, Hamsik telah meraih sejumlah tropi seperti 2 tropi Coppa Italia dan 1 tropi Supercoppa. Kepergian Hamsik dari Napoli menjadi hal yang menyedihkan bagi sejumlah fans dari Napoli pasalnya sang kapten telah melalui banyak masa sulit untuk bisa membawa Napoli kembali ke puncak Klasemen di Italia.

Melalui akun resmi Instagram miliknya Hamsik mengucapkan rasa syukurnya kepada para fans dan pendukungnya selama menjalani masa bakti di Napoli. Hamsik juga meminta maaf kepada pendukung Napoli atas keputusannya untuk berpisah dengan Napoli. Hamsik juga menyatakan bawa dirinya mempunyai tato Napoli di tubuhnya dan juga tato yang dibuatnya khusus ketika menjuarai Coppa Italia untuk pertama kalinya sejak 25 tahun.

Zlatan Ibrahimovic : Cristiano Ronaldo Ke Juventus Bukan Sebuah Tantangan

Zlatan Ibrahimovic : Cristiano Ronaldo Ke Juventus Bukan Sebuah Tantangan

Zlatan Ibrahimovic merupakan striker andalan dari beberapa klub yang pernah di belanya diantaranya adalah Manchester United dan juga Paris Saint-Germain. Saat ini Zlatan Ibrahimovic mencoba tantangan baru dengan bermain untuk LA Galaxy dan masih menjadi salah satu striker handal di sana.

Salah satu transfer yang cukup membuat Zlatan Ibrahimovic turut bicara adalah kepindahan sang mega bintang portugal yakni Cristiano Ronaldo. kepindahan Cristiano Ronaldo ke Juventus dianggap sebagai salah satu pilihan terbaik yang mungkin dilakukannya namun Ibrahimovic kurang setuju perihal tantangan yang dikemukakan oleh Cristiano Ronaldo.

Zlatan Ibrahimovic menilai bahwa kepindahan ke Juventus bukan merupakan sesuatu yang disebut sebagai tantangan sebab Juventus merupakan Klub yang sudah besar sejak dulu dan telah menjuari kampiun Serie A selama tujuh kali beruntun. Sesuatu yang di anggap sebagai tantangan adalah bergabung dengan sebuah Klub yang masih kecil dan memberikan kontribusi untuk tim yang dapat di liat dengan kemajuan dari Klub tersebut dari musim ke musim.

Keputusan untuk beranjak dari tim besar menuju ke tim besar lainnya bukan merupakan sebuah tantangan namun lebih kepada mancari suasana baru dalam Klub yang baru yang pada dasarnya sudah besar. Cristiano Ronaldo yang pindah ke Serie A juga mengajak rivalnya yakni Lionel Messi untuk bergabung dan mengikuti jejaknya di Klub Serie A.

Keinginannya mungkin saja di tolak oleh Lionel Messi pasalnya untuk bermain dan bergabung dengan tim yang besar di Serie A merupakan tantangan yang sama dengan bermain untuk klub Barcelona. Zlatan Ibrahimovic menilai bahwa keputusan Cristiano Ronaldo adalah hal yang terbaik untuk masa depannya dalam sepakbola dan bukan merupakan sebuah tantangan seperti yang diungkapkannya di hadapan fans dan publik.

Arsenal Gagal Raih Kemenangan Di Markas BATE

Arsenal Gagal Raih Kemenangan Di Markas BATE

Perolehan baik dari Arsenal di fase grup di Liga Europa harus terputus ketika bertandang ke markas BATE. Dalam Duel leg pertama tersebut The Gunners gagal meraih hasil positif dan harus berjuang di leg kedua untuk bisa lolos ke babak selanjutnya di Liga Eropa. Pertandingan keduanya lebih di dominasi oleh Arsenal namun hal tersebut tidak membuat tuan rumah gagal merebut kemenangan.

BATE menampilkan pertahanan yang solid untuk membendung setiap serangan dari Arsenal sehingga ritme dari pertandingan dapat dikuasai oleh BATE. Beberapa peluang yang di munculkan oleh para pemain Arsenal tidak mampu di akurasikan dengan baik sehingga gagal memberikan gol. Sebaliknya menjelang berakhirnya pertandingan di babak pertama BATE berhasil unggul lebih dulu lewat tendangan bebas yang dilakukan oleh Igor Stasevich dan berhasil di sambut dengan tandukan dari Stanislau Dragun sehingga berhasil membobol gawang Arsenal yang dikawal oleh Petr Cech.

Di babak kedua penampilan dari BATE kian baik bahkan Arsenal makin kesulitan untuk dapat menyamakan kedudukan. Tuan Rumah bahkan hampir menggandakan keunggulan kalau saja tembakan menyusur tanah yang dilakukan oleh Stasevich tidak di mentalkan oleh Petr Cech. Pierre-Emerick Aubameyang dan Denis Suarez juga dikerahkan oleh Unai Emery untuk membantu lini penyerangan dari Arsenal namun hal tersebut tidak membuahkan hasil.

Gol penyama kedudukan sempat tercipta bagi Arsenal namun Wasit memutuskan bahwa gol yang tercipta tersebut tidak sah karena Lacazette terlebih dahulu terkena offside saat mencoba mencetak gol ke gawang BATE. Usaha dari Arsenal untuk mengejar ketinggalan kian buntu ketika Lacazette mendapatkan kartu merah di menit ke-84 karena menyikut Aleksandar Filipovic. Laga tandang tersebut akhirnya di menangkan oleh tuan rumah dan Arsenal harus pulang dari Belarusia dengan menelan kekalahan.

Sanksi 12 Laga Akan Jerat Gareth Bale

Sanksi 12 Laga Akan Jerat Gareth Bale

kemenangan Real Madrid di pekan lalu saat bertandang ke markas Atletico Madrid masih menyisakan sejumlah insiden. Kemenangan 3-1 atas Atletico Madrid tersebut menjadi bagian dari Gareth Bale karena saat itu Bale berhasil mencetakkan gol kemenangan bagi Real Madrid ketika baru di mainkan dari bangku cadangan selama 17 menit. Luapan emosi Gareth Bale saat merobek gawang dari Jan Oblak menuai banyak protes.

Selebrasi gol yang di lakukan oleh Bale saat itu mendapat banyak kritikan bahkan otoritas La Liga langsung menangapi isu yang beredar tersebut dengan melakukan penyelidikan. Selebrasi tersebut di anggap melecehkan sejumlah pihak di Wanda Metropolitano dan di anggap cabul serta merendahkan para fans dan pemain Atletico Madrid. Gareth Bale kini harus menunggu keputusan dari komite kompetisi Federasi Sepakbola Spanyol terkait sanksi yang akan di berikan untuknya.

Larangan bermain di pertandingan selama empat hingga 12 pertandingan mungkin harus menjerat Gareth Bale. Hingga saat ini masih belum ada keputusan akhir dari Federasi Sepakbola Spanyol namun banyak kalangan yang menyakini bahwa sanksi larangan di tiga pertandingan pastinya akan di berikan untuk Gareth Bale. Kemenangan Real Madrid tersebut mungkin cukup untuk membuat jera Gareth Bale dalam melakukan Selebrasi berlebihan. Kerugian yang cukup banyak bagi Real Madrid juka harus kehilangan Bale dalam 13 Pertandingan jika hal tersebut benar benar di sahkan oleh Federasi Sepakbola Spanyol.

Dikabarkan juga bahwa fans lokal dari Atletico Madrid juga sempat memberikan balasan ejekan terkait aksi Gareth Bale yang menunjukkan gestur cabul dengan menyilangkan kedua tangannya tersebut. Balasan dari fans Atletico Madrid tersebut dianggap sebagai hal yang wajar dan Federasi Sepakbola Spanyol tidak akan memberikan sanksi yang berarti bagi Atletico Madrid.

Tidak Hanya Kalah Tapi Manchester United Akan Didakwa

Tidak Hanya Kalah Tapi Manchester United Akan Didakwa

Salah satu pertandingan penting yang di jalani oleh Manchester United di Liga Champions adalah pertandingan leg pertama melawan Paris Saint-germain. Meskipun bermain di kandang sendiri namun Setan Merah masih gagal untuk mendapatkan kemenangan dalam pertandingan tersebut.

Angel Di Maria menjadi kunci dari kemenangan Paris Saint-germain malam itu karena menyumbangkan dua assist yang menjadi gol kemenangan bagi klub yang dibelanya. Kekalahan Manchester United tersebut kemudian menimbulkan reaksi yang tidak baik dari suporter United pasalnya Angel Di Maria menjadi sasaran dari aksi tersebut.

Angel Di Maria yang merupakan mantan dari pemain Manchester United malah menyumbangkan dua assist yang membuat kekalahan tim tuan rumah dan menyebabkan aksi pelemparan barang barang tidak di inginkan saat sang pemain tengah mempersiapkan tendangan penjuru dalam pertandingan tersebut.

Beberapa barang seperti botol Bir tampak dilemparkan oleh para suporter United dan Angel Di Maria mencoba untuk berpura pura meminum botol yang dilemparkan kepadanya tersebut. Kembalinya sang winger asal Argentina ke markas United membawa kekalahan dan memutuskan trend positif yang sedang di sandang oleh United saat itu.

Atas kejadian tersebut maka pihak UEFA akan memberikan sanksi yang akan di lakukan pada 28 Februari mendatang. Angel Di Maria sendiri tampaknya akan lolos dari sanksi disiplin UEFA karena di tuding melakukan provokasi yang di tunjukkan kepada fans United ketika gol pertama tercipta bagi United dan dirinya melakukan selebrasi.

Liverpool mungkin Tidak Akan Mampu Datangkan Striker Baru

Liverpool mungkin Tidak Akan Mampu Datangkan Striker Baru

Liverpool merupakan klub pesaing dari Manchester City di musim ini dalam mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim lalu. Tiga penyerang utama yang ada di Liverpool kian melesat di musim ini dan beberapa kalangan bahkan memprediksi bahwa Jurgen Klopp tidak akan menambah pasukan penyerangan yang sudah ada di Liverpool.

Mohamed Salah, Roberto Firmino dan Sadio Mane telah menjadi pilihan permanen yang di pakai menjadi starter di setiap pertandingan dan pembelian penyerang baru mungkin hanya akan mengisi bangku cadangan saja. Penyerang baru dan berkualitas juga akan menghindari perekrutan yang mungkin di lakukan oleh Jurgen Klopp pasalnya bermain untuk Liverpoll mungkin keinginan dari banyak pemain top di dunia namun kesempatan untuk bisa tampil sebagai starter dalam pertandingan yang minim akan menjadi penolakan terbesar untuk bergabung dengan Liverpool.

Jurgen Klopp mungkin mengetahui kesulitan yang bakal dihadapinya dalam masalah pembelian pemain baru dan berkualitas untuk Liverpoll saat ini sehingga lebih berfokus pada pengejaran trofi juara di Liga Inggris saat ini. Kebutuhan pemain baru untuk sektor penyerangan saat ini masih belum terlalu dirasakan oleh Liverpool sebab ketiga pilar yang dimiliki oleh Jurgen Klopp masih dalam kondisi yang baik.

Liverpool juga masih mempunyai youngster menjanjikan yakni Rhian Brewster meskipun masih dalam kondisi cedera lutut dan di presdiksi akan absen dalam waktu yang lama. Pilihan lain yang mungkin di lakukan oleh Liverpool adalah sosok Harry Wilson yang mempunyai penampilan baik namun masih membutuhkan banyak pengalaman di lapangan untuk menjadi andalan dari Liverpool.

Sergio Aguero Kalahkan Rekor Hat-Trick Leganda Inggris

Sergio Aguero Kalahkan Rekor Hat-Trick Leganda Inggris

Catatan Rekor Manchester City semakin banyak di Liga Inggris Premier sebab di pekan ini pasukan Pep Guardiola tersebut sukses mempermalukan Chelsea. Hat-Trick yang di cetak oleh Sergio Aguero dalam pertandingan tersebut masuk dalam rekor sejarah di Liga Inggris premier karena rekor Hat-Trick telah menyamai penyerang legendaris Inggris Alan Shearer.

Catatan special yang di raih oleh Sergio Aguero ini patut di banggakan pasalnya Manchester City bukan hanya kembali di puncak Klasemen namun hal ini juga membuat Sergio Aguero menjadi top score dengan perolehan total gol yang sama dengan Mohamed Salah yakni 17 gol. striker 30 tahun asal Argentina tersebut sudah mengalahkan catatan rekor Hat-Trick yang dimiliki oleh sejumlah legenda yang ada di Inggris seperti Robbie Fowler, Thierry Henry, Michael Owen, hingga Wayne Rooney.

Di sisi lain Chelsea juga mencatatkan rekor kekalahan terburuk sepanjang musim ini dengan kebobolan sebanyak enam gol dalam satu pertandingan. Laga yang berlangsung di Etihad Stadium tersebut cukup membuat para fans dari Manchester Citu bangga karena di babak pertama saja The Citizens sudah mampu mencetakkan 4 buah gol ke gawang Chelsea.

Hat-Trick Sergio Aguero sendiri tercipta di menit ke-13 dan ke-19 serta gol terakhir di awal babak kedua. Dalam sepekan ini Sergio Aguero sudah dua kali memberikan Hat-Trick untuk Manchester City setelah sebelumnya mengalahkan Arsenal dengan skor 3-1. Tiga gol dalam pertandingan melawan The Gunner Juga di cetak oleh Sergio Aguero.

Juventus Makin Kokoh Usai Taklukan Sassuolo

Juventus Makin Kokoh Usai Taklukan Sassuolo

Cristiano Ronaldo Menjadi juru kunci dalam kemanangan Juventus saat bertandang ke markas Sassuolo. Cristiano Ronaldo bermain sangat heroik dalam pertandingan malam tadi saat melawan Sassuolo. Aksi yang hebat tersebut menghasilkan satu buah gol dan satu assist yang membuat Juventus menang dengan skor 3-0. Tiga poin tambahan kemenangan membuat kedudukan Juventus semakin kokoh di puncak klasemen Serie A untuk saat ini.

Selisih 8 poin terpaut dari rival mereka yang berada di urutan kedua. Sassuolo yang mengalami kekalahan dalam pertandingan tersebut masih tetap bertahan di posisi ke-11 dengan perolehan poin 30 dari 22 pertandingan yang telah di lalui sepanjang musim ini. Dalam pertandingan Cristiano Ronaldo dan rekan rekannya bermain cukup hati hati dengan meraba ke pertahanan dari Sassuolo.

Memasuki menit ke-23 Juventus mendapatkan kesemapatan yang baik untuk mencetak gol melalui aksi dari Sami Khedira dan bola tidak mampu di halau oleh kiper dari Sassuolo. Kedudukan 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir dengan keunggulan untuk Juventus. Di babak kedua tampak Sassuolo masih belum mampu mengimbangi tempo permainan dari Juventus dan kini Aksi dari Cristiano Ronaldo berhasil merobek gawang dari Sassuolo di menit ke-70.

Unggul dengan selisih dua gol membuat Juventus semakin percaya diri untuk memenangkan pertandingan tersebut. Di empat menit tersisa Juventus kembali menambah gol lewat assist yang di lakukan oleh Cristiano Ronaldo. Emre Can yang mendapatkan umpan matang dari sang bintang Portugal tersebut melesatkan tembakan yang menembus gawang dari Sassuolo. Pertandingan kemudian berakhir dengan skor 3-0 dengan kemenangan sempurna dari Juventus.