Beberapa waktu lalu Seorang ahli Biomedia menyuntikkan dirinya dengan obat herpes yang belum teruji di depan publik. Beberapa waktu setelahnya pria tersebut di kabarkan tewas. Aaron Traywick, CEO Ascendance Biomedical, di kabarkan meninggal dunia di tangki Flotasi. tangki Flotasi adalah semacam wadah kedap udara yang di gunakan untuk melakukan pemindahan sensorik. wadah tersebut akan di isi dengan air asin dan di percaya dapat memindahkan kemampuan salah satu indra pada tubuh.

Menurut laporan yang di berikan kepolisian daerah Columbia, Pria yang berusia 28 tahun tersebut meninggal pada pukul 11.30 pagi, minggu waktu setempat di washington DC, Amerika Serikat. Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya pria tersebut. polisi masih belum menemukan bukti adanya percobaan pembunuhan terhadap pria tersebut.

Aaron Traywick pernah menyiarkan aksi penyuntikan dirinya dengan obat herpes di akun facebooknya pada 4 februari 2018 silam. Ascendance Biomedical, startup medis yang didirikannya juga pernah melakukan demonstrasi langsung mengenai terapi untuk penderita HIV yang berhasil ia kembangkan. terapi perawatan gen tersebut bertujuan untuk mengubah DNA individu agar dapat melakukan penyembuhan secara mandiri.

Percobaan yang di kembangkan tersebut mendapat larangan dari Food dan Drug Administration. larangan tersebut di keluarkan terkait pengujian terapi tersebut ke seorang penderita HIV, Tristan Roberts. terapi yang di ujikan tersebut belum menunjukkan hasil dan Traywick mencoba untuk menjualnya ke publik.

Menurut FDA terapi yang akan di jual ke publik tersebut masih perlu melalui pengujian yang lebih mendalam sehingga penjualan tersebut dianggap masih ilegal. Traywick sendiri pada saat itu tengah membandingkan temuannya tersebut dengan Jonas Salk, penemu vaksin Polio, dan Louis Pasteur, pengembang vaksin rabies.