Pemain muda PSG, Kylian Mbape diberitakan akan di lepas oleh klubnya pada bursa transfer musim panas ini, tepatnya pada juli mendatang ketika jendela transfer di buka. Hal ini sebenarnya cukup aneh melihat Less Parisiens baru saja mendatangkanya dengan harga mahal dari As Monaco pada musim lalu.

Musim lalu PSG sendiri membeli Mbape dari Monaco dengan harga mencapai 180 juta euro,dengan rinciaanya mereka akan terlebih meminjam sang pemain selama satu musim dengan catatan PSG membayarnya setengah harga dan akan melunasinya pada musim kedua bersama klub.

Beredar kabar jika rakasasa Ligue-1 tersebut takut dengan imbas kembali terkena Financial Fair Play pada musim ini, melihat mereka akan menbayarkan transfer yang begitu mahal dengan catatan dimusim lalu mereka juga baru mendatangkan Neymar dengan biaya mencapai 222 juta euro dari Barcelona.

Badan UEFA sendiri memang dengan tegas berkerja sama dengan FIFA untuk memantau perekonomian klub klub top eropa yang berani mengeluarkan dana berlimpah demi mendatangkan pemain pemain incarannya. Salah satu klub yang terancam terkena  FFP ( Financial Fair Play ) adalah Ac Milan, klub yang baru di ambil oleh pengusaha asal Tiiongkok, Yonghong Li ini memang pada musim lalu mengeluarkan jumlah dana transfer gila gilaan yang membuat Serie A menjadi sorotan.

Melihat Ac Milan yang terkena dampak FFP, PSG dikabarkan khawatir akan hal itu, dan mereka mencoba segera mengantisipasi dengan mencoba menjual beberap pemain mereka pada musim panas nanti.

Bukan sosok pemain cadangan atau pemain yang tidak masuk dalam pilihan utama skuat inti PSG, melainkan pemain yang baru saja di datangkan yakni Mbape. PSG sendiri diberitakan langsung menawarkan pemainnya tersebut ke raksasa Primer Leangue Manchester United.

Kubu United sendiri belum mengklarifikasi mengenai berita yang beredar oleh beberapa media yang di terbitkan, tapi jika Setan Merah tertarik dengan Mbape, justru hal tersebut menjadi sinyal berbahaya bagi klub pengoleksi terbanyak liga Primer Inggris itu. Sebab kontrak transfer Mbape antara PSG dengan AS Monaco belum saling mengkonfirmasikan jumlah transfer sesunguhnya dan berpotensi adanya pemalsuaan  dokumen dan berbagai kontrak yang memilik dampak yang sangat buruk jika hal tersebut terkena oleh klub sekelas Manchester United.