Umur Tidak Bisa Menjadi Patokan Bahwa Seseorang Itu Sudah Dewasa Dan Matang

Umur Tidak Bisa Menjadi Patokan Bahwa Seseorang Itu Sudah Dewasa Dan Matang

Banyak orang masih berpikir pendek. Seperti, orang pasti akan berkembang. Orang pasti akan menua. Dan setiap dia bertambah usia, pasti fisiknya pun perlahan akan berubah menjadi lebih matang, dan bertambah tua. Dan bertambah tua itu sudah pasti, kita tidak bisa menghindarinya. Kita tidak bisa menghindari waktu. Sehingga kita pasti akan menjadi tua pada saatnya. Dan bukan berarti saat kita bertambah usia, saat ktia bertambah tua, kita pun akan menjadi semakin dewasa. Karena dewasa itu beriringan dengan pola pikir. Sehingga itu tidak bisa dipastikan. 

Umur Tidak Bisa Menjadi Patokan Bahwa Seseorang Itu Sudah Dewasa Dan Matang

Tidak seperti usia, yang setiap tahun sudah dipastikan akan bertambah 1 tahun. Tapi kedewasaan itu adalah pilihan. Itu adalah pola pikir yang dipilih manusia. Dimana manusia akan memilih apakah dia siap dan mau untuk mengubah cara berpikirnya menjadi lebih dewasa. Karena menjadi dewasa itu tidak mudah. Ada banyak tanggung jawab yang harus kita bawa. Dan ada banyak pekerjaan yang harus kita lakukan. Ada banyak hal yang harus kita jaga. Dan kita sendiri hanya memiliki waktu 1×24 jam setiap hari. Sehingga kita harus pintar mengatur waktu kita. 

Dan itu adalah bagian dari menjadi dewasa. Mengurus banyak hal, bertanggung banyak hal, tapi kita juga perlu memikirkan diri kita sendiri, dan membahagiakan diri kita sendiri. Sehingga kita harus dengan cermat mengatur waktu kapan kita harus bekerja dan bersantai. Dan menjadi dewasa bersangkutan dengan inisiatif. Kita harus memiliki inisiatif yang lebih. Yang tinggi. Dan kita harus bisa melawan rasa malas. Sehingga menjadi dewasa itu tidaklah mudah. Banyak yang harus dikorbankan. Untuk itu tidak semua orang mau dan mampu menjalani jobdesk sebagai orang dewasa. 

Itu kenapa dewasa merupakan sebuah pilihan. Banyak orang yang sudah berumur tapi tidak dewasa. Ya itu karena mereka tidak siap dan tidak mau memilih untuk menjadi dewasa. Mereka masih terlalu nyaman dengan zona nyaman mereka. Untuk itu, usia, umur, hanyalah angka. Yang tidak bisa kita jadikan patokan seseorang itu sudah dewasa. Karena dewasa berususan dengan pola pikir. Sehingga tidak bisa menjadi sebuah patokan untuk melabelkan seseorang itu sudah dewasa atau belum.